MENGENANG AKSI HEROIK 3 OKTOBER 1945, PEMKOT PEKALONGAN BERSAMA BAKESBANGPOL MENGGELAR UPACARA DAN DRAMA KOLOSAL DI MONUMEN JUANG

Kota Pekalongan – Semangat perjuangan dan persatuan para pahlawan dalam Pertempuran 3 Oktober 1945 kembali digelorakan di Kota Pekalongan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pekalongan memfasilitasi dan mengawal kelancaran Rangkaian Kegiatan Peringatan Peristiwa Pertempuran 3 Oktober 1945 yang berlangsung khidmat di Monumen Juang Kota Pekalongan pada Sabtu malam (3/10/2026) mulai pukul 19.00 WIB.
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas jasa para pejuang, sebelum dilaksanakannya upacara peringatan, Pemerintah Kota Pekalongan terlebih dahulu menggelar penyerahan tali asih kepada 16 penerima dari keluarga veteran yang bertempat di Guest House Kota Pekalongan.
Momentum bersejarah ini diselenggarakan sebagai pengingat akan bagian penting sejarah Kota Pekalongan yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus. Rangkaian acara tersebut diisi dengan upacara peringatan serta pertunjukan drama kolosal yang menampilkan aksi heroik masyarakat Pekalongan saat merebut kemerdekaan dari pendudukan Jepang pada masa itu.

Upacara peringatan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir dalam jajaran tamu undangan, Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Dies Ferra Ningtias, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Dr. Khunaifi Alhumami, S.H., M.H., jajaran Kepala OPD, Camat, ASN, guru, pelajar, keluarga veteran, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen organisasi masyarakat.
Penampilan drama kolosal menjadi puncak sajian yang menyedot perhatian warga. Pertunjukan ini dibawakan oleh salah satu komunitas seni di Kota Pekalongan, yaitu Sanggar Omah Budaya Pekalongan, dengan keterlibatan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Pekalongan, Paskibraka Kota Pekalongan dan beberapa personel Brimob sebagai peran pendukung. Melalui kolaborasi seni ini, masyarakat yang hadir diajak menyaksikan gambaran nyata betapa gigih dan beraninya para pejuang lokal dalam menghadapi kekuatan militer Jepang demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Bumi Pertiwi.
Usai mengikuti seluruh rangkaian acara, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan peringatan peristiwa 3 Oktober bertujuan dalam menjaga nilai-nilai sejarah agar tidak tergerus zaman. Menurutnya, persatuan masyarakat dari berbagai unsur saat merebut kemerdekaan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga merupakan tekad yang patut dijunjung tinggi.
Lebih lanjut, Wali Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa keteladanan utama dari para pahlawan terletak pada semangat berjuang tanpa dikomando, tanpa paksaan, serta tanpa mengharapkan imbalan materi. Sikap dan nilai-nilai kejuangan tersebut dinilainya tetap sangat relevan bagi generasi muda masa kini, meskipun bentuk perjuangannya telah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Beliau menekankan bahwa jika dahulu para pejuang harus bertaruh nyawa melawan penjajah secara langsung, generasi muda saat ini dituntut untuk mengisi kemerdekaan melalui tindakan serta karya nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, Kota Pekalongan, hingga bangsa Indonesia. Wali Kota Pekalongan juga berharap momentum peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan mampu menanamkan kembali jiwa nasionalisme, keberanian, pengorbanan, dan persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.
Sebagai instansi yang membidangi pembentukan karakter bangsa dan wawasan kebangsaan, Bakesbangpol Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus merawat warisan semangat juang ini melalui pembinaan nilai-nilai patriotisme bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Pekalongan. (Bakesbangpol Kota Pekalongan)
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas jasa para pejuang, sebelum dilaksanakannya upacara peringatan, Pemerintah Kota Pekalongan terlebih dahulu menggelar penyerahan tali asih kepada 16 penerima dari keluarga veteran yang bertempat di Guest House Kota Pekalongan.
Momentum bersejarah ini diselenggarakan sebagai pengingat akan bagian penting sejarah Kota Pekalongan yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus. Rangkaian acara tersebut diisi dengan upacara peringatan serta pertunjukan drama kolosal yang menampilkan aksi heroik masyarakat Pekalongan saat merebut kemerdekaan dari pendudukan Jepang pada masa itu.

Upacara peringatan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir dalam jajaran tamu undangan, Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Dies Ferra Ningtias, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Dr. Khunaifi Alhumami, S.H., M.H., jajaran Kepala OPD, Camat, ASN, guru, pelajar, keluarga veteran, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen organisasi masyarakat.
Penampilan drama kolosal menjadi puncak sajian yang menyedot perhatian warga. Pertunjukan ini dibawakan oleh salah satu komunitas seni di Kota Pekalongan, yaitu Sanggar Omah Budaya Pekalongan, dengan keterlibatan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Pekalongan, Paskibraka Kota Pekalongan dan beberapa personel Brimob sebagai peran pendukung. Melalui kolaborasi seni ini, masyarakat yang hadir diajak menyaksikan gambaran nyata betapa gigih dan beraninya para pejuang lokal dalam menghadapi kekuatan militer Jepang demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Bumi Pertiwi.
Usai mengikuti seluruh rangkaian acara, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan peringatan peristiwa 3 Oktober bertujuan dalam menjaga nilai-nilai sejarah agar tidak tergerus zaman. Menurutnya, persatuan masyarakat dari berbagai unsur saat merebut kemerdekaan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga merupakan tekad yang patut dijunjung tinggi.
Lebih lanjut, Wali Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa keteladanan utama dari para pahlawan terletak pada semangat berjuang tanpa dikomando, tanpa paksaan, serta tanpa mengharapkan imbalan materi. Sikap dan nilai-nilai kejuangan tersebut dinilainya tetap sangat relevan bagi generasi muda masa kini, meskipun bentuk perjuangannya telah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Beliau menekankan bahwa jika dahulu para pejuang harus bertaruh nyawa melawan penjajah secara langsung, generasi muda saat ini dituntut untuk mengisi kemerdekaan melalui tindakan serta karya nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, Kota Pekalongan, hingga bangsa Indonesia. Wali Kota Pekalongan juga berharap momentum peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan mampu menanamkan kembali jiwa nasionalisme, keberanian, pengorbanan, dan persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.
Sebagai instansi yang membidangi pembentukan karakter bangsa dan wawasan kebangsaan, Bakesbangpol Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus merawat warisan semangat juang ini melalui pembinaan nilai-nilai patriotisme bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Pekalongan. (Bakesbangpol Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF